Jumat, 03 Februari 2012

Menghapus Facebook Timeline [KRONOLOGI] Melalui Browser


Facebook Timeline [Kronologi] membuat banyak sekali pengguna Facebook jengah. Walaupun sebagian orang menyukainya tetapi banyak sekali yang juga membencinya.
Awal Desember lalu kami berhasil mengembalikan Profile Facebook ke Fitur Lama melalui Delete Aplikasi. Cara tersebut kami bagi ke teman teman melalui sebuah tulisan di Blog ini. Tulisan tersebut  dalam satu bulan ini telah di baca oleh sekitar 21.600 pembaca, di share oleh lebih dari 400 Facebooker dan di komentari oleh 254 Komentator per hari ini.

Hampir semua komentar di post tersebut menyatakan ketidaksukaan tema teman terhadap Facebook Timeline.
Menjelang pertengahan Desember 2011 tiba tiba secara otomatis Facebook merubah kembali Profile Facebook kami ke Fitur Timeline. Hal itu juga terjadi terhadap semua Pengguna Timeline yang sudah berhasil merubah Tampilan ke Fitur lama melalui jalur Delete Aplikasi.
Sejak saat itulah Facebook Timeline tidak bisa di kembalikan lagi ke Fitur Lama. Rumor untuk memunculkan Switch Button (Tombol Pengganti) agar para pengguna Facebook bisa merubah Tampilan Facebook mereka sesuai keinginan dengan hanya menekan Switch Button tak kunjung di rilis.
Apakah anda benar benar ingin berhenti menggunakan Facebook Timeline?
Sebenarnya masih ada satu cara lain untuk menghapus Facebook Timeline dan mengembalikannya ke Fitur Lama, yaitu dengan merubahnya melalui Browser anda.
Caranya sebagai berikut:
Untuk Pengguna Firefox
  • Install adds-on User Agent Switcher pada browser Firefox melalui alamat berikut: Agent Switcher
  • Restart Firefox
  • Setelah Firefox kembali terbuka Klik Tools-Default User Agent-Internet Explorer 7
  • Setelah itu buka facebook n liat hsilnya..
Refresh halaman Facebook anda dengan Klik kanan-Refresh/Reload page (CTRL+5). Jika terjadi sedikit kesalahan pada formatting seperti extra space di halaman Facebook anda tersebut install ads-On FB Purity melalui link berikut: FB Purity






Pengguna Internet Explorer
Kalau teman teman menggunakan Internet Explorer 7 atau lebih lama, jangan khawatir Facebook Timeline tidak akan mempan buat anda karena Facebook Timeline tidak kompatibel dengan IE 7.
Bagi pengguna Internet Explorer yang lebih baru dari pada Internet Explorer 7 (IE7) silahkan menggunakan cara ini:
  • Buka Profile Facebook anda
  • Tekan Tombol ALT di keybord computer anda sehingga muncul Compatibility Setting
  • Isilah Facebook.com di kolom Add this website. Jika Facebook sudah ada disana isikan saja kembali.
  • Refresh atau Reload Facebook anda

Ingat! Karena ini adalah pengubahan melalui browser maka Facebook Timeline tidak akan muncul pada browser yang telah kita rubah melalui cara cara diatas.

»» Readmore

Kamis, 02 Februari 2012

Barca Bawa Hasil 1-1 dari Mestalla



VALENCIA - Barcelona dan Valencia bermain imbang 1-1 pada pertandingan leg pertama semifinal Copa del Rey, di Mestalla, Rabu (1/2/2012). Pertandingan leg kedua akan berlangsung di Camp Nou, 8 Februari mendatang.

Gol pertama diciptakan tuan rumah, melalui Jonas, pada menit ke-27. Gol bermula dari pergerakan Jeremy Mathieu di sektor kanan pertahanan Barcelona yang berujung umpan silang. Setelah gagal dihalau Carles Puyol, bola ditembakkan Jonas masuk sudut kiri atas gawang Jose Manuel Pinto.

Barcelona hanya membutuhkan waktu delapan menit untuk menyamakan kedudukan, melalui Carles Puyol. Dari tengah kotak penalti, ia menyundul bola dari tengah kotak penalti masuk sudut kanan atas gawang Alves Carreira Diego.

Barcelona berpeluang merebut keunggulan ketika wasit menunjuk titik putih, setelah Thiago dilanggar Miguel pada menit ke-56. Namun, Lionel Messi yang dipercaya mengeksekusi hadiah gagal mengubah skor. Tembakannya berhasil diantisipasi oleh Alves.

Selama pertandingan, Valencia menguasai bola sebanyak 42 persen dan menciptakan dua peluang emas dari delapan percobaan. Adapun Barcelona melepaskan lima tembakan akurat dari 15 usaha.

Susunan pemain
Valencia:
 Alves Carreira Diego; Miguel, Jeremy Mathieu, Adil Rami, Jordi Alba, Victor Ruiz; David Albelda (Facundo Costa 66), Aver Banega; Roberto Soldado, Jonas (Aritz Aduriz 75), Pablo Piatti (Sofiane Feghouli 55)

Barcelona: Jose Manuel Pinto; Eric Abidal, Carles Puyol, Gerard Pique; Cesc Fabregas, Javier Mascherano, Lionel Messi, Sergio Busquets, Thiago (Jonathan Dos Santos 80), Isaac Cuenca (Cristian Tello 87); Alexis Sanchez (Dani Alves 62)
»» Readmore

Rabu, 01 Februari 2012

Prototipe dan Karakter Orang Aceh

Kita akan berusaha melukiskan kekhasan dan keunikan Aceh. Bahwa sesungguhnya kekhasan orang Aceh jika diperbandingkan dengan kultur masyarakat lain di Indonesia adalah sikap militansi dan loyal atau patuh kepada pemimpin. Bukan tanpa alasan jika penulis menyebutkan dua hal di atas sebagai dua karakter yang paling menonjol dari orang Aceh

(Pertama), Sikap militansi masyarakat atau orang Aceh sudah ditempa sejak ratusan tahun lalu, sejak pendudukan Belanda sampai konflik bersenjata antara GAM-RI. Semangat rela berkorban, berjuang dan berperang sampai titik darah penghabisan yang ditempa sekian lama itu lantas mengental, mengkristal jadi sebuah budaya yang melekat erat dalam setiap karakter masyarakat Aceh. Hal ini bisa dibaca melalui syair-syair do daidi, senandung peninabobo bayi yang mengajarkan dan mengajak sang bayi agar setelah besar nanti pergilah ke medan perang untuk berjuang membela bangsa (nanggroe).
(Kedua), selain sikap militansi, sikap yang lain yang menonjol adalah loyal dan patuh pada pemimpin. Loyalitas dan kepatuhan bagi orang Aceh sebenarnya sebuah nilai dengan harga mahal. Sebab, agar orang Aceh menjadi loyal dan patuh, sang pemimpin haruslah jujur, setia kepada rakyatnya, tidak ingkar janji, bijak dalam pelayanan serta percaya kepada rakyat.
Pada masa perjuangan merebut kemerdekaan orang Aceh rela memberikan segala harta bendanya kepada Indonesia lewat sebuah pesawat bernama RI 01 yang kita tahu sekarang dimuseumkan di Taman Mini Indonesia Indah. Inilah bukti kepatuhan dan loyalitas orang Aceh terhadap Soekarno karena beliau menjanjikan penetapan syariat Islam di Aceh. Janji itu disampaikan Soekarno kepada Tengku Daud Beureuh pada 16 Juni 1948. Aceh memberikan kemenangan telak kepada partai Demokrat dan secara khusus kepada SBY dalam pilpres 2009. Tercatat 93% masyarakat Aceh memilih SBY. Ini juga bukti kepatuhan dan loyalitas orang Aceh terhadap SBY, karena dalam masa pemerintahannya SBY telah memberikan sesuatu yang berharga untuk Aceh yakni perdamaian.
Belajar dari fakta sejarah masa lulu, SBY yang sekarang dipercayakan oleh mayoritas masyarakat Aceh hendaknya membangun silaturahmi yang baik dengan masyarakat Aceh. Sebab bisa saja terjadi, jika kepercayaan itu tidak dihargai, maka Aceh akan bergejolak lagi. Prediksi ini memang jauh panggang dari api, tetapi sikap awas SBY atas semua janjinya mesti perlu dibuktikan.
Itulah gambaran singkat masyarakat Aceh, Menurut Dr. Mohd Harun lewat ‘Memahami orang Aceh’ (April 2009) Kajiannya atas masyarakat Aceh dari penggalan syair hadih maja. Menurutnya ada lima (5) prototipe watak orang Aceh.
Pertama adalah reaktif artinya sebagai sebuah sikap awas atas harga diri yang keberadaanya dipertaruhkan dalam konstelasi sosial budaya. Orang Aceh sangat peka terhadap situasi sosial di sekitarnya. Orang Aceh tidak suka diusik apalagi diejek, sebab, karena kalau tersinggung dan menanggung malu reaksi yang timbul adalah akan dibenci dan bahkan menimbulkan dendam. Meunyoe teupeh, Bu leubeh han geu peu taba. Meunyoe hana teupeh, [maaf] Aneuk kreh jeut ta raba. ^^  (silahkan Artikan Sendiri)
Kedua adalah militan artinya memiliki semangat juang yang tinggi, bukan hanya dalam memperjuangkan makna hidup tetapi juga dalam mempertahankan harga diri atau eksistensinya. ‘Rencong peudeueng pusaka ayah, rudoh siwah kreh peunulang. Nibak udep dalam susah, bah manoe darah teungoh padang’ (Rencong, pedang pusaka ayah, rudoh, siwah keris warisan. Daripada hidup di dalam susah, biar bermandikan padang di tengah padang)
Ketiga adalah optimis hal ini tampak dalam melakukan suatu pekerjaan tertentu. Orang Aceh beranggapan bahwa setiap pekerjaan yang kelihatan sulit dan berat harus dicoba dan dilalui. ‘Siploh pinto teutob, na saboh nyang teuhah’(sepuluh pintu tertutup, ada satu yang terbuka).
Keempat adalah konsisten. Hal ini tampak dalam sikap dan pendirian yang tidak plin plan, tegas, taat asas apalagi jika berkaitan dengan harga diri dan kebenaran. ‘ Cab di batee labang di papeuen, lagee ka lon kheun han jeut metuka’(cap di batu paku di papan, seperti sudah kukatakan tak boleh bertukar)
Kelima adalah loyal. Hal ini amat berkaitan dengan kepercayaan. Jika seseorang , lebih-lebih pemimpin, menghargai, mempercayai, tidak menipu, tidak mencurigai orang Aceh maka mereka akan mebaktikan diri sepenuhnya kepada sang pemimpin. ‘ Adak lam prang pih lon srang-brang. Bah mate di blang ngon sabab gata’ (walau dalam perang pun saya berkorban, biarlah mati dalam perang demi anda).

»» Readmore

SEJARAH ASAL MULA BANGSA ACEH


Konon keturunan bangsa Aceh adalah dari tanah Persia. Seperti kita sering dengar kepanjangan ACEH sebagai Arab,ChinaEropa, dan Hindustan (India). Namun sampai sekarang jarang para sarjana yang mengangkat kisah seperti ini. Hanya Affan Jamuda dan A.B. Lila Wangsa yang menulis “Peungajaran Peuturi Droe Keudroe (Pelajaran mengenal diri sendiri)” menyebutkan: Wangsa Acheh saboh wangsa nyang jak meunanggroe rot blah barat pulo Ruja. Wangsa nyan asai phon nibak wangsa Achemenia, Wangsa Achemenia nyang asai jih phon bah binak buket Kaukasus di Europa teungoh. Wangsa Achemenia nyang hudep bak thon 2500 GM (gohlom masehi). Wangsa Achemeniasaboh wangsa nyang harok meurantoe, sampoe wangsa nyang meusipreuk bansaboh Asia, Afrika, Europa ngon pulo Ruja. Nyang saboh turonan neuweh u tanoh Parsi jeut keuwangsa Parsia, nyang sabih suke neuweh u pulo Ruja, dudoe teuma jeut keu-wangsa Acheh.Wangsa Acheh asai phon nibak wangsa Achemenia-Parsia-Acheh, Affan Jamuda and AB. Lila Wangsa, Peungajaran Peuturi Droe Keudroe (Pidie: Angkasa Muda, 2000).
Terjemahannya; Bangsa Aceh adalah satu bangsa yang membangun negeri di sebelah barat Pulau Ruja (Sumatera). Bangsa ini asalnya dari bangsa Achemenia, bangsa Achemenis berasal dari sebuah bukit Kaukasus di Eropa Tengah. Bangsa Achemenia hidup sekitar 2500 Tahun sebelum Masehi. Bangsa Achemenia satu bangsa yang suka merantau, sampai bangsa ini tersebar di seluruh Asia, Afrika, Eropa dan juga Pulau Ruja. Satu keturunan pindah ke tanah Persia, kemudian menjadi bangsa Persia, yang satu suku lagi pindah ke Pulau Ruja, kemudian lahir bangsa Aceh. Bangsa Aceh pertama sekali berasal dari bangsa Achemenia-Parsia-Acheh). Tentu saja itu bukan sebuah kebetulan, jika kemudian kita temukan akar sejarah migrasi manusia dari Persia, bahkan sebelum Raja Darius (521-486 Sebelum Masehi) yang menguasai Persia, konon beragama Zoroasther. Raja ini menyebarkan sayap pemerintahannya sampai Eropa, Anatolia, Mesir, Mesopotamia, dan India Barat.
Dalam buku A History of World Societies disebutkan bahwa: “They had created “world empire” encompassing of the oldest and most honored kingdoms and peoples of the ancient Near East.” Jadi, ada benarnya bahwa penggalan lagu Rafly di atas, yaitu “Beek tabeoh kada wangsa meutuwah; turounan meugah meuri-ri wangsa; khujja ngoen majja lakap geupajah; turoenan meugah dorius raja”. Sampai sekarang, bukti sejarah ini memang masih mengundang sejumlah tanda tanya. Sebab, di dalam sejarah, selalu disebutkan nama Parsia di dalam sejarah Aceh, namun jarang yang bisa menarik kembali kemana arah sejarah Aceh sebelum Masehi atau sebelum Islâm datang ke daerah ini. Pada masa Darius dan anaknya Xerxes (486-464 Sebelum Masehi), mereka telah membangun suatu monarki kekuasaan, yang ternyata telah disebutkan sebagai “world empire” (kerajaan dunia) hingga menjadi cikal bakal beberapa kerajaan di Timur Tengah.
Kemudian Jamuda dan Lilawangsa menulis:  hon teuka di tanoh Parsi (Iran-Irak jinoe). Sabab musabab neueuka sampoe roh neumeunanggroe lam pulo ruja. Bak zameun Raja Dorius neumat keurajeun di Parsia, lam masa nyang kuasa keurajeun Raja Dorius luah lagoina mulai di Meuser troh u Hindi ngan lam pula Ruja. Lam masa nyan keu wangsa-ureung bako-bako di nanggroe Parsia neujak duek u nanggroe blah barat pulo Ruja nyang dudoe neulakap Nanggroe Aceh. Yoh goh nyang lam tanoh Acheh kana Aulia-Aulia Allah, nyang sahe naggroe Acheh milek harta Aulia-Aulia Allah (Bangsa Persia sebelum menjadi bangsa Aceh, pertama kali datang di tanoh Parsia (Iran-Irak sekarang). Sebab datangsampai membangun negeri di Pulau Ruja. Pada masa zaman Raja Darius memegang tampuk kekuasaan di Persia, pada waktu itu wilayah kekuasaan Raja Darius sangatlah luas sekali mulai dari Mesir hingga ke India sampai ke Pulau Ruja.
Pada zaman itu berbagai bangsa di negeri Persia berangkat menetap di sebelah Barat Pulau Ruja kemudian diberinamaNanggroe Aceh. Sebelum itu di tanah Aceh sudah ada wali-wali Allah, yang jaga negeri Aceh milik harta-harta Aulia Allah). Jadi, dapat dipastikan bahwa asal usul indatu orang Aceh adalah dari Parsia yang datang ke Pulau Ruja, sebuah pulau yang kemudian diberi nama Aceh. Namun yang menarik adalah jika benar pada zaman Raja Darius yang beragama Zoroasther sudah ada Wali-Wali Allah di Aceh, maka pertanyaannya adalah apa benar sudah ada agama yang menyembah Allah sebelum Masehi. Sebab ungkapan bahwa Aceh milik atau tanah para Wali juga ditemukan dalam ungkapan lagu Rafly berikut, Han geu meu kafe ureung Aceh nyang/ ’Saweub bumoe nyang tanoh Aulia/Geutem sut nyawong peudong kheun Allah/ Kameunan reusam geutung pusaka…  (Tidak akan menjadi Kafir orang Aceh itu/Sebab bumi ini adalah tanah Aulia/ Rela mengeluarkan nyawa untuk mempertahankan kalimah Allah/ Begitu adat yang diambil sebagai pusaka). Sayangnya semua sejarah itu masih berupa catatan perang. Kegemilangan Acehsebagai salah satu kerajaan besar hanya cerita manis.
Ada yang menarik tentang Aceh, yakni simbol agama yang dikekalkan dalam suasana dayah, sebagai pusat sumber ilmu agama Islam tempoe doeloe. Ketika Aceh hendak dijajah, semua suku dan ulama di Aceh sepakat melawan penjajahan. Karena itu, konsep kebencian orang Aceh terhadap penjajahan, bukan karena kebencian etnisitas atau sejarah, tetapi karena melawan penindasan atau penjajahan merupakan jihad. Hal itu dibuktikan oleh Tgk Chik Pantee Kulu dengan karyanya kitab Hikayat Prang Sabi yaitu membakar semangat orang Aceh melawan penjajah dengan ideologi agama.
Dalam konteks etnis, orang Aceh adalah orang yang berjiwa kosmopolitan alias bisa menerima siapa saja atau suku bangsa apapun. Untuk mengelompokkan etnisitas, sistem kerajaan Aceh menyusun kependudukan berdasarkan negeri asal suku bangsa tersebut, sebagaimana dilukiskan dalam hadih maja“Sukee lhee reuthoh bak aneuk drang, Sukee ja sandang jeura haleuba, Sukee tok bate na bacut bacut, Sukee imuem peut yang gok-gok donya”. Sukee di sini dalam kata lain artinya suku sehingga hadih maja ini menggambarkan keragaman suku bangsa di dunia yang berdomisili di Aceh. Semuanya berhasil disatukan olehsultan Alaidin Riayatsyah Al Qahhar (1537-1565) di bawah panji Islam dan terayomi di bawah payung kerajaanAceh Darussalam.
Mengenai asal usul masyarakat Aceh, HM. Zainuddin (1961), mengatakan bahwa orang dari suku Batak/Karee membentuk kaum Lhee Reutoih. Orang asing lainnya seperti ArabPersiaTurkiKeling (dagang), Melayu semenanjungBugis membentuk kaum Tok Batee Sultan berasal dari kaum Tok Batee. Kaum percampuran dari Hindu dan Batak Karee membentuk group baru menjadi kaum Ja Sandang. Pimpinannya diberi gelar dengan panglima kaum dengan gelar kaum imeum peut. Sedangkan orang Gayo, sebagaimana dikutip Gerini (HM. Zainuddin, 1961) menghubungkannya dengan Dagroian sesuai dengan catatan- catatan Marcopolo. Menurutnya, Dagroian berasal dari kata-kata drang – gayu, yang berarti orang Gayo. Masyarakat tumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu. Perubahan itu  bisa saja berpunca  di dalam masyarakat itu sendiri atau bersumber dari luar lingkungan masyarakat yang bersangkutan.  Aceh mempunyai comparative advantage karena menjadi pusaran dunia, transit  pertama sebelum ke bagian Nusantara.
Terakhir, saya ingin menegaskan bahwa dalam sejarah kebudayaan Aceh, persoalan bersatu dan berpisah adalah hal yang sangat biasa. Artinya, mereka bisa bersatu dengan kelompok manapun,namun budaya yang sudah mengakar yang dibalut dengan kualitas tradisi Islam tidak akan pernah dapat dihentikan. Jiwa nasionalisme orang Aceh yang menjadi bagian dari Indonesia merupakan satu nafas dalam perjuangan mereka, sejauh itu tidak dikhianati. Adapun nasionalisme di Indonesia walaupun masih didominasi oleh pemahaman kebudayaan Jawa, agaknya memang telah mewariskan persoalan sejarah yang tercecer. Artinya, sejarah nasionalisme di Indonesia adalah sejarah yang dikendalikan oleh pemerintah. Sehingga dinamika kebudayaan di daerah dianggap sebagai ‘aset’ bukan pelaku utama, untuk tidak mengatakan mereka tidak memberikan arti yang signifikan. Hal ini belum lagi dimana ‘aset’ budaya Indonesia cenderung dijadikan sebagai objek untuk kepentingan sosial politik, bukan kepentingan kebudayaan bangsa Indonesia.
* M. Adli Abdullah; adalah dosen dan peminat sejarah Aceh
»» Readmore

MAKNA DAN MA'RIFAT "RENCONG" ACEH


Meski tidak ditemukan catatan sejarah yang mengisahkan asal usul Rencong, namun asal mula Rencong terekam dalam sebuah legenda Aceh.
Dalam sebuah cerita rakyat dikisahkan, zaman dahulu di daratan Aceh hidup seekor burung raksasa sejenis Rajawali, orang Aceh menyebutnya “Geureuda”. Keberadaan burung raksasa tersebut sangat menggangu kehidupan rakyat. semua jenis tanaman, buah-buahan dan ternak rakyat dilahapnya.
Oleh raja yang berkuasa ketika itu, menyuruh seorang pandai besi yang juga ulama untuk menciptakan sebuah senjata ampuh yang mampu membunuh Geureuda tersebut. Oleh pandai besi yang mempunyai ilmu maqfirat besi, setelah melakukan puasa, sembahyang sunat dan berdoa baru menempa besi pilihan dengan campuran beberapa unsur logam menjadi Rencong.


Semua jenis perangkap dan senjata yag digunakan untuk membunuhnya tidak mapan, malah makin lama “Geureuda” tersebut makin beringas melahap tanaman rakyat, mungkin dari legenda itulah sampai sekarang orang Aceh menyebutkan “Geureuda” kepada orang – orang yang congok.
Menyebut senjata rakyat Aceh, selain meriam dan senjata api, yang paling terkenal adalah Rencong. Bahkan, salah satu gelar tanah Aceh disebut juga sebagai “Tanah Rencong”. Rencong (Reuncong) adalah senjata tradisional dari Aceh. Rencong Aceh memiliki bentuk seperti huruf (L) atau lebih tepat seperti tulisan kaligrafi“Bismillah”. Rencong termasuk dalam kategori dagger atau belati (bukan pisau atau pedang).
Rencong selain simbol kebesaran para bangsawan, merupakan lambang keberanian para pejuang dan rakyat Aceh di masa perjuangan. Keberadaan rencong sebagai simbol keberanian dan kepahlawanan masyarakat Aceh terlihat bahwa hampir setiap pejuang Aceh, membekali dirinya dengan rencong sebagai alat pertahanan diri. Namun sekarang, setelah tak lagi lazim digunakan sebagai alat pertahanan diri, rencong berubah fungsi menjadi barang cinderamata yang dapat ditemukan hampir di semua toko kerajinan khas Aceh.
Menurut sejarahnya, rencong memiliki tingkatan. Pertama, rencong yang digunakan oleh raja atau sultan. Rencong ini biasanya terbuat dari gading (sarung) dan emas murni (bagian belatinya). Kedua, rencong-rencong yang sarungnya biasa terbuat dari tanduk kerbau atau kayu, sedangkan belatinya dari kuningan atau besi putih.
Bentuk rencong berbentuk kalimat bismillah, gagangnya yang melekuk kemudian menebal pada sikunya merupakan aksara Arab “Ba“, bujuran gagangnya merupaka aksara “Sin“, bentuk lancip yang menurun kebawah pada pangkal besi dekat dengan gagangnya merupakan aksara “Mim“, lajur besi dari pangkal gagang hingga dekat ujungnya merupakan aksara “Lam“, ujung yang meruncing dengan dataran sebelah atas mendatar dan bagian bawah yang sedikit keatas merupakan aksara “Ha“.
Rangkain dari aksara Ba, Sin, Lam, dan Ha itulah yang mewujudkan kalimat Bismillah. Jadi pandai besi yang pertama kali membuat rencong, selain pandai maqrifat besi juga memiliki ilmu kaligrafi yang tinggi. Oleh karena itu , rencong tidak digunakan untuk hal-hal kecil yang tidak penting, apalagi untuk berbuat keji, tetapi rencong hanya digunakan untuk mempertahankan diri dari serangan musuh dan berperang dijalan Allah.
Secara umum, ada empat macam rencong yang menjadi senjata andalan masyarakat Aceh.
1. 
Rencong Meucugek (Meucungkek), Disebut meucugek karena pada gagang rencong terdapat suatu bentuk panahan dan perekat yang dalam istilah Aceh disebut cugek atau meucugek. Cugek ini diperlukan untuk mudah dipegang dan tidak mudah lepas waktu menikam ke badan lawan atau musuh.

2. 


 Rencong Meupucok, Rencong ini memiliki pucuk di atas gagangnya yang terbuat dari ukiran logam yang pada umumnya dari emas. Gagang dari rencong meupucok ini kelihatan agak kecil, yakni pada pegangan bagian bawah. Namun, semakin ke ujung gagang ini semakin membesar. Jenis rencong semacam ini digunakan untuk hiasan atau sebagai alat perhiasan. Biasanya, rencong ini dipakai pada upacara-upacara resmi yang berhubungan dengan masaalah adat dan kesenian.

3. 
Rencong Pudoi, Rencong jenis ini gagangnya lebih pendek dan berbentuk lurus, tidak seperti rencong umumnya. Terkesan, rencong ini belum sempurna sehingga dikatakan pudoi. Istilah pudoi dalam masyarakat Aceh adalah sesuatu yang diangap masih kekurangan atau masih ada yang belum sempurna.

4. Rencong Meukuree, Perbedaan rencong meukuree dengan jenis rencong lain adalah pada matanya. Mata rencong jenis ini diberi hiasan tertentu seperti gambar ular, lipan, bunga, dan sebagainya. Gambar-gambar tersebut oleh pandai besi ditafsirkan dengan beragam macam kelebihan dan keistimewaan. Rencong yang disimpan lama, pada mulanya akan terbentuk sejenis aritan atau bentuk yang disebut kuree. Semakin lama atau semakin tua usia sebuah rencong, semakin banyak pula kuree yang terdapat pada mata rencong tersebut. Kuree ini dianggap mempunyai kekuatan magis

Rencong yang ampuh biasanya dibuat dari besi-besi pilihan, yang di padu dengan logam emas, perak, tembaga, timah dan zat-zat racun yang berbisa agar bila dalam pertempuran lawan yang dihadapi adalah orang kebal terhadap besi, orang tersebut akan mampu ditembusi rencong.
Gagang rencong ada yang berbentuk lurus dan ada pula yang melengkung keatas. Rencong yang gagangnya melengkung ke atas disebut Reuncong Meucungkek, biasanya gagang tersebut terbuat dari gading dan tanduk pilihan.
Bentuk meucungkek dimaksud agar tidak terjadinya penghormatan yang berlebihan sesama manusia, karena kehormatan yang hakiki hanya milik Allah semata. Maksudnya, bila rencong meucungkek disisipkan dibagian pinggang atau dibagian pusat, maka orang tersebut tidak bisa menundukkan kepala atau membongkokkan badannya untuk memberi hormat kepada orang lain karena perutnya akan tertekan dengan gagang meucungkek tersebut.
Gagang meucungkek itu juga dimaksudkan agar, pada saat-saat genting dengan mudah dapat ditarik dari sarungnya dan tidak akan mudah lepas dari genggaman. Satu hal yang membedakan rencong dengan senjata tradisional lainnya adalah rencong tidak pernah diasah karena hanya ujungnya yang runcing saja yang digunakan.
»» Readmore

Semifinal Copa Del Rey 2012

Ancama Ranjau Mestalla
 Bomber Roberto Soldado mengumandangkan semangat perjuangan pantang menyerah jelang pertandingan besar melawan tim kuat Barcelona, Kamis (2/2/2012) dini hari. Kali ini mereka bertemu dalam ajang semifinal Copa Del Rey leg pertama yang akan dihelat di Stadion Mestalla.

"Kami harus yakin bisa melaju ke partai final. Kami semua tahu bagaimana sulitnya menghadapi mereka (Barcelona) tapi kami akan berusaha sekuat tenaga untuk melakukan yang terbaik," kata Soldado dilansir sport.es, Selasa (31/1/2012).

Keyakinan melaju ke partai final menjadi sebuah mantera sakti bagi para tentara Mestalla tak terkecuali fan fanatik Valencia yang berharap tim kesayangannya bisa mengulangi sukses di tahun 2008 saat menjuarai Copa Del Rey.

Soldado yang punya panggilan "soldier" alias "serdadu" ini dipastikan akan berdiri di barisan paling depan Los Che untuk menenggelamkan Blaugrana. Kapasitas Soldado untuk memorak-porandakan barisan belakang tim Catalan memang sangat mumpuni.

Tengok saja raihan gol penyerang berusia 27 tahun itu. Soldado telah mencetak 20 gol di semua kompetisi yang diikuti Valencia musim ini. Jumlah gol itu menandakan produktivitas tinggi dari Soldado. 

Bertipikal petarung dengan teknik tinggi dan pantang menyerah dalam kondisi apapun membuat Soldado jadi pemain yang harus selalu diwaspadai pemain Barcelona. Lengah sedikit mengawasi Soldado bisa berakibat fatal buat Barcelona. Ya, Soldado ibaratnya menjadi ranjau di Mestalla yang setiap saat bisa menghancurkan tim Catalan jika mereka salah langkah.
»» Readmore

Barcelona Tak Pernah Menyerah


Barcelona akan menghadapi Valencia pada semifinal Copa Del Rey leg pertama, Kamis (2/2/2012) yang akan dihelat di Stadion Mestalla. Striker Valencia, Roberto Soldado sudah menebar optimisme timnya akan sekuat tenaga memenangkan laga.
Tapi Barcelona tetaplah Barcelona, tim yang di dalam skuadnya terdapat pemain terbaik dunia Lionel Messi yang selalu tampil memukau dengan aksi-aksi atraktif. Messi sendiri sudah mengumandangkan kata pantang menyerah setelah meraih hasil mengecewakan di laga terakhir La Liga.
    
"Barcelona tidak pernah menyerah, kami ingin juara di semua kompetisi. Kini kami harus fokus untuk menghadapi Valencia di Copa Del Rey. Kami akan mencoba melakukan sesuatu untuk melaju ke partai final," kata Messi dilansir goal.com.
    
Bagi Barcelona perjuangan untuk bisa melaju ke semifinal bukanlah pekerjaan mudah setelah dengan susah payah harus menyingkirkan musuh bebuyutan Real Madrid di pertandingan dua leg perempatfinal lalu.
    
Maka sangat disayangkan bila trofi Copa Del Rey yang musim lalu gagal mereka raih harus melayang ke tangan Valencia. Namun masalahnya Barca saat ini menemui masalah cukup pelik dengan banyaknya pemain inti yang mengalami cedera terutama di sektor depan.
    
Pedro, Andre Iniesta, Ibrahim Afellay dan David Villa dipastikan tak bisa terlibat di pertandingan ini akibat cedera yang mendera mereka. Begitupun dengan Seydou Keita yang masih berada di negaranya mengikuti Piala Afrika.
    
"Kami menemui kesulitan dengan perubahan sistem karena beberapa rekan tidak bisa tampil. Tapi kami akan terbiasa dengan situasi tersebut dan selalu ada solusi untuk menciptakan peluang gol," kata Messi.
    
Terlepas dari kondisi tim, Cesc Fabregas yang biasanya diplot bersama Messi dan Alexis Sanchesz di lini depan mengajak rekan-rekannya agar kembali merapatkan barisan saat berhadapan dengan Valencia.
    
"Kami harus lebih bersatu dari sebelumnya. Kami harus yakin bahwa kebangkitan bisa  kami raih. Kami wajib terus melanjutkan pekerjaan utama di semua kompetisi," kata Fabregas dilansir fcbarcelona.com.
    
Barca diprediksi takkan mudah memenangkan laga melawan Valencia. Musim ini kedua tim sudah bertemu di Mestalla di La Liga. Kedua tim mengakhiri laga dengan skor imbang 2-2. Laga ini juga pantas dijuluki duel tim klasik Spanyol.
»» Readmore